‘Kamu juga!’

5 01 2008

“Kamu juga, kan?! Enggak usah nuduh, deh!”

Kebiasaan buruk seorang manusia, sifat ini terkandung di beberapa manusia, termasuk saya :lol:

Ketika dituduh, kalimat yang suka aku ucapkan adalah, “Kamu juga, kan?!” atau beberapa kalimat lainnya. Kali ini saya akan membahas tentang salah satu kalimat favorit saya. Yaitu, “Kamu juga, kan?!”. Sebenarnya, apa itu? Apa yang dimaksud oleh kalimat saya? Melempar kesalahan, sekaligus mencari teman :lol: Dan itu bukan sekali saja dalam hidup saya. Malah terus-terusan. Sekaligus, kalau itu memang benar, semacam mengoreksi diri orang sok tahu, rese, nyebelin, dll itu.

Contoh percakapan bualan buatan saya :

A : “B, kamu itu sok tahu banget, sih, jadi orang!”
B : “Lu juga, kan?! Sok tahu banget kalau gue itu sok tahu.”

Istilahnya, tidak mau disalahkan. Kadang-kadang melempar ke orang yang ngejek. Menghilangkan satu kebiasaan buruk bukanlah hal yang paling mudah di dunia ini. Menurut saya, itulah yang paling susah. Makanya masuk surga itu sulit. Manusia suka tidak mengaku kesalahannya sendiri (wah, wah, sudah mulai agak meleset sedikit, nih).

Seperti :

Anak : “Pa, papa itu kalau itu ngorok, gede banget! Aku susah tidur, lho!”
Ayah : “Ah, apa-apaan kau ini? Ngorok juga enggak, kok!”

Ya, begitu deh. Okei, kembali ke laptop topik semula, tentang “Kamu juga!” . Banyak manusia sering melempar kesalahannya ke orang lain, mereka juga tahu, kadang-kadang mereka lempar ke orang yang benar, dan saya sering lempar ke orang yang ngejek saya. Lho, apa salah saya? Kalau saya benar dan dia salah. Kalau lempar balik, ya lempar terus. Akhirnya jadi lempar-lemparan, deh, sama manusia rese, ngeselin, bikin muak, pingin dibunuh sama saya begituan.

Apa solusi menyeselaikan menyelesaikan masalah kayak begini?

Mau cuek? Silahkan, tapi saya tidak tahan. Saya ini orangnya, katanya, suka ngajak berantem. Ya ilah, saya dibilang suka ngajak berantem. Padahal yang mulai bukan saya. Dunia aneh, sudah :(

Melontarkan kata-kata memanglah mudah. Tinggal menggerakan mulut, serta suara. Maka jadilah sebuah kalimat. Tapi jika anda yang dengar, gimana dengan hati anda? Terutama pada manusia emosional seperti saya. Reaksi saya enggak karu-karuan. Dengan sigap saya langsung membalas dengan sejuta emosi. Manusia enggak mau kalah. Dia balas dengan emosi. Tahu-tahu saya dibilang, ngajak berantem. Halaaaahhh!!!!

Tapi tidak lupa selalu, kata ‘Kamu juga!’ tidak pernah ketinggalan kalau saya berdebat dengan manusia rese, ngeselin, bikin muak, pingin dibunuh sama saya, yang menjadi lawan saya. Dan yang membuat saya bangga, dia selalu kalah :lol:

Kata-kata favorit saya, “Kamu juga, kan?!” . Tidak pernah ketinggalan tiap hari. Dan saya, selalu siap untuk berdebat. :)

*EDITED :     Kecuali oleh sang debater, Angel2506…*


Tindakan

Information

6 tanggapan

5 01 2008
Ataner

PERTAMAX sudah habis. Silahkan datang lain kali :lol:

5 01 2008
Arsyad Salam

Sifat manusia memang cenderung selalu menyalahkan orang lain. Padahal biasanya dia yang salah.. ya gak?
Salam

5 01 2008
rozenesia

Ahahaaa… Mirip apa yang aku sampaikan dalam entry “Mereka yang mulai duluan…” ;)

Nice.

6 01 2008
Ataner

@Arsyad Salam
Manusia tidak mau disalahkan :D

@rozenezia
Ide sebenarnya dari anakmu, dengan berkata bahwa saya disuruh menulis beginian, ya udah saya tulis :D
OOT : Pake foto cewek?! O_o

7 01 2008
Cynanthia

Hehehe, itu cara yang paling cerdas sekaligus memprihatinkan :mrgreen:

Yah, susah juga kadang-kadang. Diem pas disalahkan salah, balik menyalahkan juga salah, cari alasan juga salah. Kalau saya sih orangnya ngga macem-macem, jadi ngga begitu sering bentrok sama hal kayak ginian. :|

7 01 2008
Ataner

oot : pake hp iki… males log in, abis ribet :lol:

@cynanthia
dunia jadi serba salah, deh :lol:
kalau enggak pakai kata-kata untuk menangkis, ya pasti kalah dong. jadi perlu kata kata pertahanan deh. sudah siap sedia.

Tinggalkan komentar