“Hoek Soegirang menjadi tersangka bagi para blogger beginner.” Tunggu, itu hanya sekedar PENDAPAT saya.
Setelah saya membaca artikel Hoek Soegirang, banyak sekali orang-orang, beberapa, sih, protes-protes karena perkataan Hoek Soegirang yang mungkin agak menusuk hati.
Tapi apa boleh buat, itu pendapat ‘dia’. Hoek Soegirang enggak ngomong juga menyatakan langsung dengan ringannya kalau dia bilang bloger goblok itu semua sampah, walau mungkin saya salah satu yang dinyatakan ‘Bloger Goblok’, saya enggak pernah merasa dia ngomong saya itu ‘Bloger Goblok’.
Menurut saya, Hoek Soegirang tidak mencaci-maki para bloger beginner, itu hanya menurut dia saja. Bloger goblok, sebenarnya bloger goblok itu apaan, sih? Bloger yang nulis artikel yang enggak mutu, bukankah? Sebenarnya hal itu hanya perlu latihan, dan perlu juga ide yang paling susah saya cari.
Itu semua, artikel dari A – Z deh kayaknya, semuanya itu bagiku hanya pendapat Hoek. Ia berpendapat bloger goblok itu kayak apalah, kayak begini-begini. Mungkin memang banyak nusuk hati orang.
“Kamu ngerti, kan sekarang ? Aku nggak habis pikir kenapa dia bisa – bisanya sok berkuasa di belantara WordPress yang punyanya Matt Mullenweg itu. Seenak jidat ngelarang blog curhat, blog yang isinya puisi – puisi melankolis itu. Situ ‘kan tahu, blogku blog curhat. Kalau punya Death Note, tak kumatikan saja dia.”
Thanks buat “Mihael “D.B.” Ellinsworth” yang sudah menginsipirasi (serta Hoek).
Nah, begini saja. Menurutku, Hoek berpendapat sedemikian, bagaimana sifat-sifat bloger goblok. Hoek enggak menuliskan, misalnya, A goblok, B itu goblok bener, dll. Dia hanya mencerminkan, bagaimana bloger-bloger goblok, seperti apa bloger-bloger goblok itu. Hoek juga bilang blog itu isiny abuat yang bermutu, kalau curhat, ya… bye-bye.
Bolehlah sedemikian rupa kita menulis curhat-curhatan, tapi dari sedemikian puluhan curhat itu, kurang lebih setengah dari artikel-artikel itu, ada beberapa isinya hal yang bermutu, jangan main curhat…. aja.
Kalau memang curhat yang lagi dipermasalahkan itu memang bermutu, ya maju. Mas Gun-Gun, menurutmu tipe blog apa yang beliau punya? Menurut saya ada yang curhat. Curhat, dan curhat. Tapi juga ada yang bukan curhat. Tulisan yang bermutunya itu membuat blognya menjulang tinggi sampai menjadi seleblog.
Memang banyak caci maki yang enggak berupa caci maki kelihatannya, tapi, ya… tentu saja kelihatan. Kalaupun saya lagi marah menulis artikel itu, (kalau saya jadi Hoek) saya langsung minta maaf dulu, tapi baca komentar dulu… Kalau memang untuk menyadarkan, sadarkan saja. Lagipula toh, siapa tahu Hoek benar.
Jadi… menurutku Hoek benar, atau salah? Kalau menurutku, antara benar dan salah. Yang pasti saya bertobat, ‘Saya memang Goblok’.
Inti dari tulisan ini adalah :
Jangan menyalahkan orang sembarangan… tanpa bukti yang paling jelas, sampai ke ujung-ujungnya pun.
Terinsipirasi setelah melihat tulisan Hoek Soegirang, Mihael “D.B.” Ellinsworth, serta Cynanthia.
OOT : Sudah lama saya tidak menulis artikel… akhirnya saya bisa juga!!!
Pertamac ditutup, silahkan cari bensin lain
Pertamax dijual lagi, katanya lagi mahal…
Aha, tulisan mbah Hoek itu memang nyinggung sana-sini, dan kayaknya banyak yg kebakaran jenggot. Sebenarnya dia nulis gituan karena sedang mempraktekkan ilmu Satir yg sepertinya lagi laris di blogsphere. Dan sialnya, selalu tulisan saya yg dijadikan rujukan buat para peminat satir itu.
Pesan di balik tulisan itu banyak memang, nggak cuma satu. Dan yang saya tangkap dia sedang mencoba untuk membuat para bloggers menulis sesuatu yg bermutu dan nggak asal nulis dan mengharapkan kehebohan/traffic. Curhat jg nggak apa-apa, asal jgn asal curhat.
*eh, sebelumnya salam kenal yah…*
Desho…desho…
Kayaknya semua bermula dari entry “SAMPAAHHH11″ di blogku.
Satir trik dan tips…
@Pyrrho
Salam kenal juga… mungkin curhat yang dimaksuk Hoek adalah ‘curhat asal’, mungkin… Namanya juga manusia, banyak yang gampang kebakaran jenggot.
@Mas Gun-Gun
Betul-betul… SAMPAH!!! SAMPAH!!! Entry yang sampah…
Hahaha, saya malah salah tingkah sendiri waktu nyadar, bisa-bisanya saya sampai kepancing emosi kayak gitu.
Ya sudahlah, saya rasa niat Mas Hoek sendiri baik, hanya mengingatkan saja. Sayang sekali blog-nya telah mati…